audio mobil

audio mobil

 

Kasus Honda Brio yang tiba-tiba terbakar dalam kondisi diam di Grand Wisata, Bekasi, mengundang banyak perhatian. Terutama mengenai akar masalah penyebab timbulnya api yang hampir melumat habis city car tersebut. Ada pendapat jika hal tersebut disebabkan oleh audio mobil yang dimodifikasi.

Prediksi awal yang beredar diperkirakan akibat adanya power bank yang masih terhubung dengan lubang pematik listrik (lighter) milik korban, tapi hal itu dibantah oleh Doddy, pemilik mobil, yang menyatakan tidak ada power bank. Bahkan dari penuturan korban dan beberapa saksi, asal api bukan dari dalam kabin, melainkan dari balik kap mesin.

Dari hasil penjabaran yang disampaikan Doddy kepada tim Otomania, dirinya tidak lagi menggunakan mobil sejak Kamis siang (31/8/2017). Kondisi mobil dalam keadaan mati dan mobil didiamkan di carport hingga terjadi kejadian pada pukul 06.00 (1/9/2017), tanpa ada power bank atau AC luar yang diduga menyebabkan kebakaran.

Menariknya, meski Doddy mengatakan tidak melakukan ubahan listrik seperti mengganti lampu, namun Honda Brio yang baru digunakan delapan bulan tersebut sudah mendapat modifikasi head unit dan speaker, logikanya meski diklaim modifikasi audio mobil tahap biasa namun tapi hal tersebut juga berhubungan dengan kelistrikan.

“Kalau dalam kondisi mobil mati, kelistrikan yang sisa itu hanya dinamo starter, alternator, dan aki, tambahan mungkin alarm. Kasus kemarin yang saya baca mobil dalam kondisi standar katanya, tapi kalau memang ada ubahan yang terkait soal kelistrikan bisa bikin terjadinya hubungan arus pendek itu mungkin sekali jadi faktor eksternalnya,” ucap Imam Choiri atau akrap disapa Apre pemilik bengkal AP Speed di Kawasan Cipinang, Jakarta Timur kepada Otomania, Senin (4/9/2017).

Instalasi audio mobil sangat erat dengan kelistrikan karena membutuhkan daya dari aki. Pada dasarnya memang tidak ada masalah, tapi dalam penerapannya harus diteliti lebih jeli soal pengambilan sumber tenaga, proses penyambungan kabel, sampai pemasangan sekring.

“Kuncinya sebenarnya di sekring, jadi mau pasang head unit, atau apapun piranti audio mobil harus ada sekring. Paling bahaya tidak ganti sekring yang sesuai standarnya, ini yang kerap terjadi, belum lagi soal kabel dan lainnya,” ucap Wahyu Tanuwidjaja, Direktur dan Pemilik PT. Audioworkshop, saat dihubungi Otomania di waktu yang sama.

Menurut Wahyu, Kunci utama instalasi audio mobil harus ada sekring di depan, maksimal jaraknya 40 cm dari aki. Hal ini berguna sebagai pelindung ketika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

“Jadi sekringnya dulu yang kena. Untuk kasus Brio kita tidak bisa berandai-andai harus tunggu proses investigasi, tapi yang menarik katanya api keluar dari depan, biasanya karena listrik,” kata Wahyu.

Nah, setelah membaca artikel diatas apakah Anda yakin jika penyebab kebakaran adalah karena modifikasi audio mobil? Melakukan modifikasi yang berhubungan dengan listrik seperti audio mobil memang berisiko, tentu akan lebih bijak jika kita melakukan modifikasi yang lebih aman seperti penambahan aksesoris contohnya. Kaca film adalah contoh aksesoris mobil yang minim risiko bahkan memiliki banyak manfaat bagi penggunanya.

Baca juga: Fungsi Kaca Film Bagi Pengendara

Jika Anda merupakan pemilik mobil, kaca film merupakan aksesoris wajib bagi mobil Anda. Kaca film memiliki banyak fungsi dan manfaat seperti menolak panas, menjaga privasi berkendara hingga sebagai alat pengaman tambahan.

Baca juga: Kaca Film Mencegah Kanker Kulit

Umumnya, pengendara berada di dalam mobil pada intensitas waktu yang lama. Tanpa menggunakan kaca film, akan banyak efek buruk yang didapat, bahkan sampai terserang penyakit tak biasa seperti kanker kulit atau katarak.

Baca juga: Kaca Film Pencegah Katarak

 

Disunting dari: Stanly Ravel & Azwar Ferdian – otomania.com

Go Back